
CBT Exam Browser
oleh mimikridev
4,5
- Keamanan
- 100% Safe
- Kategori
- Pendidikan
- Rating
- 4,5
- Harga
- Free
- Unduh
- 1.00M
Aplikasi ini aman, tepercaya, gratis untuk dipasang, dan menawarkan unduhan cepat tanpa risiko atau malware.
Tangkapan Layar








Analisis oleh Getfullapps
Saya melihat CBT Exam Browser sebagai aplikasi pendidikan yang punya tujuan sangat jelas: mengubah perangkat Android menjadi ruang ujian yang lebih terarah. Dalam penggunaan sehari-hari, aplikasi ini bukan alat belajar seperti video pembelajaran atau bank soal, melainkan browser khusus untuk mengikuti ujian berbasis komputer dengan kiosk mode, pengatur waktu, konfigurasi melalui QR, dan beberapa fitur keamanan CBT. Perbedaan ini penting, terutama jika satu ponsel atau tablet dipakai bergantian oleh beberapa orang di rumah.
Untuk pengguna baru, hal terpenting adalah memahami sejak awal bahwa aplikasi ini bukan tempat mencari soal atau materi. Fungsinya baru terasa ketika penyelenggara ujian memang mengarahkan peserta memakai browser ujian. Kalau Anda memasangnya hanya untuk belajar mandiri, kemungkinan besar Anda tidak akan menemukan manfaat yang sama seperti saat mengikuti sesi CBT yang sudah disiapkan.
Pengembangnya adalah mimikridev, dan aplikasinya tersedia gratis dengan rating usia 3+. Di Google Play, aplikasi ini sudah digunakan lebih dari satu juta kali pemasangan, dengan rata-rata penilaian 4,5 dari sekitar 64 ribu rating. Angka tersebut membuat saya melihatnya sebagai alat yang cukup dikenal untuk kebutuhan ujian, bukan aplikasi eksperimental yang hanya cocok untuk segelintir pengguna.
Pengalaman memakai browser ujian di perangkat bersama
Skenario paling masuk akal adalah ketika siswa memakai tablet keluarga untuk mengikuti ujian sekolah, sementara perangkat yang sama biasanya digunakan orang tua untuk membaca berita atau anggota keluarga lain untuk hiburan. Pada browser biasa, perpindahan dari halaman ujian ke tab lain terasa terlalu mudah. Bahkan tanpa niat curang, notifikasi, tombol kembali, atau kebiasaan membuka aplikasi lain dapat mengganggu konsentrasi.
Dalam keadaan seperti ini, keberhasilan pertama yang ingin saya lihat bukan nilai ujian, melainkan siswa berhasil masuk ke sesi yang benar dan memahami bahwa perangkat sedang dipakai khusus untuk ujian. Itu langkah kecil, tetapi mengurangi kebingungan ketika waktu mulai berjalan. Jika siswa dapat mengikuti instruksi masuk sebelum hari ujian, keluarga juga punya kesempatan menyelesaikan masalah tanpa tekanan waktu.
Di sinilah pendekatan kiosk mode terasa berguna. Saat ujian berlangsung, perangkat diarahkan untuk berfungsi sebagai ruang pengerjaan, bukan sebagai tablet serbaguna. Saya menyukai konsep ini karena batasnya mudah dipahami: sebelum ujian, perangkat adalah milik bersama; ketika sesi dimulai, perangkat dipakai untuk tugas yang sudah ditentukan. Batas seperti ini membantu mengurangi gangguan tanpa mengharuskan keluarga membeli perangkat khusus.
Namun, saya tidak akan menyebutnya sebagai solusi lengkap untuk semua persoalan ujian. Aplikasi ini membantu mengendalikan lingkungan pada perangkat, tetapi keberhasilan ujian tetap bergantung pada kesiapan soal, jaringan, akun, instruksi sekolah, dan pengawasan manusia. Jika masalahnya adalah siswa belum memahami materi, browser ujian tentu tidak dapat menggantikannya.
Artikel Berikutnya untuk Dijelajahi

Hill Climb Racing: Menjaga Keseimbangan di Ambang Terbalik

X (Sebelumnya Twitter): Kabar Terbentuk Langsung di Linimasa

Amazon Shopping Paling Berguna Saat Anda Tahu yang Dicari

Di 8 Ball Pool, Komunitas Terbentuk dari Tantangan dan Persaingan

Uber Mengatur Cara Kota Bergerak

Facebook Makin Menyatu dengan Ponsel, tetapi Tetap Menuntut Perhatian
Dalam praktiknya, saya akan menyiapkan perangkat sebelum siswa duduk mengerjakan. Baterai perlu diperiksa, koneksi internet sebaiknya sudah siap, dan aplikasi yang tidak diperlukan perlu ditutup lebih dulu. Langkah sederhana ini lebih penting daripada terlihat, karena mode ujian yang ketat tidak banyak membantu jika perangkat mati atau konfigurasi belum diterima.
Jika saya membantu anggota keluarga yang baru pertama kali menggunakannya, saya akan memilih waktu yang tidak berdekatan dengan ujian untuk mencoba alur awal. Dengan begitu, mereka bisa mengenali instruksi yang diberikan sekolah dan membedakan proses menyiapkan aplikasi dari proses mengerjakan soal. Saya tidak akan mengasumsikan setiap ujian memiliki alur yang sama; arahan penyelenggara tetap menjadi pegangan utama.
Menyiapkan perangkat tanpa mencampur akun keluarga
Fitur konfigurasi melalui QR menjadi salah satu bagian yang paling menarik. Untuk rumah dengan perangkat bersama, kode seperti ini dapat mengurangi kesalahan saat memasukkan alamat ujian atau pengaturan secara manual. Saya membayangkan guru atau pengelola ujian memberikan konfigurasi, lalu siswa memindainya pada perangkat yang sudah disiapkan.
Meski begitu, QR bukan alasan untuk mengabaikan pemeriksaan. Saya tetap akan memastikan kode tersebut berasal dari pihak yang tepat dan digunakan untuk sesi yang benar. Pada perangkat keluarga, sebaiknya orang dewasa membantu tahap awal tanpa mengambil alih akun siswa. Tujuannya bukan membuat proses terasa rumit, melainkan menjaga agar identitas peserta, konfigurasi ujian, dan pengguna perangkat tidak tertukar.
Ini juga menjadi batas penting antara perangkat dan akun. CBT Exam Browser dapat membantu membuka lingkungan ujian, tetapi keluarga tetap perlu mengatur siapa yang masuk, kapan perangkat diserahkan, dan kapan sesi dianggap selesai. Jangan menganggap memasang aplikasi otomatis memisahkan akun semua anggota rumah. Pemisahan itu tetap harus dilakukan melalui prosedur sekolah atau layanan ujian yang digunakan.
Saya menyarankan membuat rutinitas singkat sebelum ujian: siswa menyebutkan namanya, orang dewasa memeriksa konfigurasi, lalu perangkat diserahkan kepada siswa. Setelah selesai, siswa memberi tahu bahwa sesi sudah berakhir sebelum perangkat kembali dipakai bersama. Rutinitas ini terdengar sederhana, tetapi berguna untuk mencegah orang lain membuka sesi yang masih aktif atau mengubah perangkat di tengah proses.
Satu tip praktisnya adalah menyiapkan kode QR dan instruksi di tempat yang mudah dijangkau, tetapi tidak mencampurkannya dengan kode untuk sesi lain. Pada rumah dengan lebih dari satu siswa, beri perhatian khusus pada nama peserta dan jadwal masing-masing. Ini bukan fitur tambahan aplikasi, melainkan cara sederhana mengurangi risiko salah konfigurasi saat semua orang sedang terburu-buru.
Timer dan koordinasi waktu yang lebih rapi
Pengatur waktu adalah fitur yang terasa kecil, tetapi dampaknya besar dalam ujian. Ketika waktu terlihat jelas, siswa dapat membagi perhatian antara membaca soal dan mengatur kecepatan. Saya lebih menyukai timer yang menjadi bagian dari lingkungan ujian daripada mengandalkan jam di luar aplikasi, karena cara kedua mudah terganggu oleh notifikasi atau perpindahan layar.
Di rumah, timer juga membantu koordinasi. Jika tablet hanya satu, anggota keluarga dapat mengetahui bahwa perangkat sedang dipakai untuk sesi yang tidak boleh diganggu. Orang tua tidak perlu terus-menerus bertanya apakah siswa sudah selesai, sementara siswa dapat berkonsentrasi tanpa harus menjelaskan berulang kali.
Ada trade-off yang perlu dipahami. Timer dapat membantu siswa yang sudah terbiasa mengatur waktu, tetapi bisa membuat anak yang mudah cemas semakin tegang. Karena itu, saya akan menjelaskan fungsi timer sebelum ujian dimulai, bukan ketika waktu sedang berjalan. Latihan membaca sisa waktu sebagai informasi, bukan ancaman, dapat membuat pengalaman lebih tenang.
Koordinasi juga mencakup hal-hal di luar layar. Saya akan memberi tahu anggota keluarga lain agar tidak memakai perangkat, memindahkan pengisi daya, atau mengubah koneksi selama ujian. Jika rumah ramai, penempatan perangkat di tempat yang stabil dan cukup tenang dapat memberi hasil lebih baik daripada sekadar mengandalkan mode keamanan aplikasi.
Untuk penggunaan pertama, saya akan memastikan siswa tahu siapa yang harus dihubungi jika bingung dengan waktu atau instruksi. Jangan meminta mereka mencoba keluar dari sesi untuk mencari bantuan; lebih aman menyepakati cara meminta bantuan sebelum ujian dimulai. Dengan begitu, mereka tidak perlu menebak-nebak tindakan yang mungkin mengganggu jalannya sesi.
Batas keamanan: membantu disiplin, bukan menggantikan kepercayaan
Fitur keamanan CBT membuat aplikasi ini lebih cocok untuk ujian terstruktur dibandingkan browser biasa. Kiosk mode dapat mengurangi peluang siswa berpindah ke bagian lain perangkat, sementara konfigurasi terarah dan timer membuat sesi terasa lebih resmi. Bagi sekolah atau keluarga, ini memberi kerangka yang lebih konsisten daripada hanya mengirim tautan ujian melalui pesan.
Namun, saya tetap melihat keamanan sebagai lapisan, bukan jaminan mutlak. Perangkat bisa saja dipakai oleh orang yang salah sebelum sesi dimulai, instruksi dapat disalahpahami, atau masalah teknis dapat muncul. Karena itu, saya tidak akan menggunakan aplikasi ini sebagai pengganti pengawasan dan komunikasi. Anak yang dipercaya tetap perlu diberi penjelasan, sedangkan anak yang membutuhkan bantuan teknis perlu didampingi sebelum ujian, bukan diganggu saat sedang mengerjakan.
Pada perangkat bersama, saya juga menyarankan menghindari kebiasaan menyimpan informasi login di tempat yang mudah dilihat anggota keluarga lain. Aplikasi ini berfungsi sebagai browser ujian; tanggung jawab menjaga akun dan identitas peserta tetap berada pada pengguna serta penyelenggara. Memisahkan sesi setiap anak adalah kebiasaan yang lebih aman daripada menganggap satu sesi dapat dipakai bergantian.
Hal lain yang saya perhatikan adalah kemungkinan adanya friksi ketika pengguna belum terbiasa dengan lingkungan terkunci. Tombol atau gerakan yang biasanya digunakan pada perangkat mungkin tidak berperilaku seperti saat memakai browser biasa. Karena itu, uji coba singkat sebelum hari ujian sangat berharga. Tujuannya bukan menguji kemampuan akademik, melainkan memastikan siswa tahu cara memulai sesi dan memahami kapan harus meminta bantuan.
Perbandingannya dengan browser biasa cukup jelas: browser umum lebih cocok untuk membuka banyak sumber, berpindah tab, dan belajar dengan leluasa; browser ujian ini lebih masuk akal ketika aturan sesi menuntut fokus dan akses yang terbatas. Saya tidak melihatnya sebagai pengganti browser sehari-hari. Justru nilai utamanya datang dari penggunaan yang terbatas dan terencana, bukan dari mencoba menjadikannya alat untuk semua kegiatan digital.
Usia muda, pendampingan, dan rasa percaya
Rating usia 3+ membuat aplikasi ini tampak dapat digunakan dalam konteks yang luas, tetapi angka usia bukan panduan lengkap untuk setiap anak. Anak kecil mungkin dapat berinteraksi dengan layar, namun belum tentu memahami arti timer, batas sesi, atau pentingnya tidak menutup aplikasi. Dalam situasi seperti itu, orang dewasa sebaiknya membantu menyiapkan perangkat dan menjelaskan aturan dengan bahasa sederhana.
Saya tidak menyarankan orang tua mengawasi dengan cara yang membuat anak merasa dicurigai. Nilai aplikasi ini justru lebih terasa ketika batas teknis dipadukan dengan kepercayaan. Jelaskan bahwa perangkat dikunci agar ujian berjalan adil dan fokus, bukan karena anak otomatis dianggap akan mencari jawaban. Pendekatan ini penting untuk menjaga hubungan keluarga, terutama jika perangkat yang sama biasanya dipakai untuk bermain atau menonton.
Untuk remaja, pendampingan dapat dibuat lebih ringan. Mereka mungkin hanya membutuhkan pemeriksaan konfigurasi, pengingat untuk mengisi daya, dan kesepakatan bahwa perangkat tidak dipakai orang lain selama sesi. Dengan begitu, aplikasi membantu membangun rutinitas mandiri, bukan menjadikan setiap ujian sebagai pemeriksaan ketat dari orang tua.
Di sisi lain, keluarga yang membutuhkan kontrol orang tua lengkap, laporan aktivitas, atau pengelolaan banyak profil sebaiknya tidak menganggap browser ini sebagai pengganti aplikasi keluarga khusus. Fokusnya adalah sesi ujian berbasis CBT. Jika kebutuhan utama Anda adalah mengatur penggunaan perangkat sepanjang hari, solusi lain dalam kategori kontrol perangkat akan lebih sesuai.
Saya juga akan mempertimbangkan kondisi peserta. Siswa yang membutuhkan akses ke beberapa dokumen atau alat bantu selama ujian sebaiknya memastikan lebih dulu bahwa format tersebut memang didukung oleh penyelenggara. Browser terkunci yang membantu menjaga fokus bisa menjadi pilihan yang kurang tepat jika kegiatan ujian justru mengharuskan perpindahan ke aplikasi lain.
Siapa yang paling terbantu dan siapa yang sebaiknya memilih alternatif
Menurut saya, aplikasi ini paling cocok untuk siswa yang menerima ujian melalui sistem CBT dan perlu memakai ponsel atau tablet Android sebagai terminal pengerjaan. Guru, pengelola kursus, dan keluarga dengan perangkat bersama juga dapat memperoleh manfaat dari proses yang lebih teratur, terutama ketika konfigurasi ujian disebarkan melalui QR.
Aplikasi ini juga masuk akal untuk situasi ujian dari rumah yang membutuhkan batas jelas antara waktu belajar dan waktu pribadi. Dengan timer dan lingkungan terkunci, siswa tidak perlu terus-menerus menahan godaan membuka aplikasi lain. Orang tua pun dapat mengatur giliran penggunaan perangkat dengan lebih mudah.
Bayangkan ujian sekolah dimulai setelah jam belajar di rumah. Sebelum siswa duduk, orang tua memastikan tablet yang biasa dipakai bersama sudah siap dan kode yang diberikan sekolah sesuai dengan sesi hari itu. Siswa masuk mengikuti arahan, mengerjakan ujian tanpa perangkat berpindah tangan, lalu memberi tahu orang tua setelah selesai. Alur seperti ini membuat aplikasi berguna bukan karena mengubah cara belajar, melainkan karena membantu satu perangkat menjalankan satu tugas dengan lebih tertib.
Sebaliknya, saya akan memilih browser biasa jika tugasnya hanya membaca materi, mengerjakan latihan tanpa batas waktu, atau membuka beberapa sumber sekaligus. Browser standar lebih fleksibel dan lebih nyaman untuk riset. CBT Exam Browser sengaja mengorbankan sebagian fleksibilitas demi fokus dan kontrol, jadi menggunakannya untuk kegiatan belajar bebas terasa berlebihan.
Saya juga akan berhati-hati jika ujian membutuhkan perpindahan aplikasi, penggunaan alat bantu tertentu, atau akses ke dokumen lain yang memang diizinkan. Lingkungan terkunci dapat bertentangan dengan kebutuhan tersebut. Sebelum memasang dan mengandalkannya, siswa perlu memastikan format ujian memang dirancang untuk browser khusus, bukan sekadar halaman web biasa.
Hal teknis yang sebaiknya diperiksa sebelum sesi dimulai
Versi aplikasi yang tercantum saat ini adalah 8.4, dan aplikasi dapat digunakan pada Android 7.0 atau yang lebih baru. Bagi pemilik perangkat lama, informasi ini membantu menentukan apakah tablet keluarga masih memenuhi syarat dasar. Saya tetap akan memeriksa pembaruan dan mencoba sesi lebih awal, karena kompatibilitas sistem operasi saja tidak menjamin semua kondisi ujian berjalan lancar.
Persiapan terbaik bukan hanya memasang aplikasi. Saya akan membersihkan ruang di sekitar perangkat, menghubungkan pengisi daya jika diperlukan, memastikan layar mudah dibaca, dan meminta siswa mencoba alur masuk sesuai instruksi penyelenggara. Jika konfigurasi memakai QR, kode perlu tersedia ketika perangkat sudah siap, bukan dicari beberapa menit sebelum waktu ujian.
Perangkat bersama juga membutuhkan aturan setelah ujian. Siswa sebaiknya memberi tahu orang dewasa bahwa sesi telah selesai, lalu orang dewasa dapat mengembalikan perangkat ke penggunaan normal sesuai kebutuhan rumah. Jangan langsung menganggap perangkat bebas dipakai hanya karena siswa berhenti menyentuh layar; status sesi dan instruksi penyelenggara tetap menjadi acuan.
Saya menyukai pendekatan ini karena mengubah persiapan ujian menjadi proses yang dapat diulang. Keluarga tidak perlu mengingat semuanya dari awal setiap kali ada ujian. Cukup gunakan urutan yang sama: periksa perangkat, cocokkan pengguna, masukkan konfigurasi, jelaskan timer, lalu tentukan siapa yang memegang perangkat sampai sesi benar-benar selesai.
Jika Anda baru memasangnya, langkah paling meyakinkan adalah menuntaskan persiapan sebelum hari ujian: pastikan perangkat memenuhi kebutuhan dasar, ikuti arahan penyelenggara untuk konfigurasi, dan pastikan siswa memahami urutan mulai serta cara meminta bantuan. Jangan mengubah pengaturan atau mencoba jalan keluar yang tidak diminta hanya karena prosesnya terasa berbeda dari browser biasa. Bila ada keraguan tentang alur ujian, tanyakan kepada penyelenggara sebelum sesi berlangsung.
Penilaian saya untuk penggunaan di rumah
Setelah melihat fungsi dan batasnya, saya menilai CBT Exam Browser sebagai alat yang praktis untuk kebutuhan yang spesifik. Kelebihannya bukan pada banyaknya fitur hiburan atau materi pembelajaran, melainkan pada kemampuannya membuat perangkat Android terasa lebih seperti ruang ujian. Kiosk mode, timer, QR config, dan fitur keamanan CBT saling mendukung ketika ujian perlu dilakukan dengan aturan yang jelas.
Nilai gratisnya juga penting bagi keluarga yang tidak ingin membeli aplikasi tambahan hanya untuk mengikuti ujian tertentu. Dengan jumlah pemasangan yang sudah melampaui satu juta dan ribuan ulasan pengguna, aplikasi ini terlihat cukup mapan untuk dipertimbangkan. Meski begitu, popularitas tidak menghapus kebutuhan untuk melakukan uji coba dan mengikuti arahan sekolah.
Rekomendasi saya: gunakan aplikasi ini ketika fokus, batas akses, dan alur ujian yang terkoordinasi memang menjadi kebutuhan utama. Untuk keluarga, kunci keberhasilannya adalah memisahkan siapa pengguna perangkat, siapa pemilik akun, dan kapan sesi berakhir. Jangan mencampur akun antaranggota rumah, jangan mengubah konfigurasi secara sembarangan, dan jangan mengandalkan aplikasi sebagai satu-satunya lapisan pengawasan.
Pada akhirnya, saya akan merekomendasikannya kepada siswa dan keluarga yang membutuhkan browser ujian khusus, terutama saat satu perangkat dipakai bersama. Saya tidak akan memilihnya untuk belajar santai, riset, atau pekerjaan yang memerlukan banyak tab. Jika Anda memahami trade-off tersebut dan menyiapkan perangkat dengan tenang, CBT Exam Browser dapat menjadi bagian yang berguna dari rutinitas ujian digital di rumah.
Kelebihan
- Memblokir akses ke aplikasi lain selama ujian berlangsung.
- Antarmuka sederhana sehingga mudah digunakan peserta ujian.
- Mendukung pelaksanaan ujian berbasis komputer secara lebih terkontrol.
- Dapat membantu mengurangi risiko kecurangan saat ujian.
- Cocok digunakan pada perangkat Android dengan spesifikasi menengah.
Kekurangan
- Tidak dapat digunakan untuk aktivitas lain selama sesi ujian aktif.
- Kompatibilitas fitur bergantung pada sistem ujian yang digunakan.
- Masalah jaringan dapat mengganggu proses masuk atau pengiriman jawaban.
- Peserta mungkin perlu memasukkan kode atau kredensial dari pengawas.
- Pengaturan keamanan yang ketat bisa terasa membatasi bagi sebagian pengguna.
FAQ untuk CBT Exam Browser
Apa itu CBT Exam Browser dan untuk apa aplikasi ini digunakan?
CBT Exam Browser adalah aplikasi yang dirancang untuk mengikuti ujian berbasis komputer secara lebih terkontrol. Aplikasi ini biasanya digunakan oleh sekolah, kampus, lembaga pelatihan, atau penyelenggara tes untuk membuka halaman ujian dan membatasi akses peserta ke aplikasi lain, mesin pencari, tangkapan layar, maupun fitur tertentu selama ujian berlangsung. Fitur yang tersedia dapat berbeda tergantung versi dan sistem ujian yang digunakan.
Apakah CBT Exam Browser dapat digunakan di semua perangkat Android atau iPhone?
Kompatibilitas CBT Exam Browser bergantung pada versi aplikasi, sistem operasi, spesifikasi perangkat, dan kebijakan penyelenggara ujian. Sebelum mengunduh, periksa persyaratan minimum seperti versi Android atau iOS, kapasitas penyimpanan, koneksi internet, serta dukungan perangkat. Sebaiknya lakukan simulasi terlebih dahulu karena beberapa ujian mungkin hanya mengizinkan perangkat tertentu atau memerlukan konfigurasi khusus dari pihak sekolah maupun penyelenggara.
Apakah saya memerlukan koneksi internet saat menggunakan CBT Exam Browser?
Pada umumnya, koneksi internet diperlukan untuk masuk ke sistem ujian, memuat soal, mengirim jawaban, dan menyelesaikan proses ujian. Kualitas koneksi yang tidak stabil dapat menyebabkan halaman sulit dibuka atau jawaban terlambat tersimpan, meskipun sebagian sistem mungkin mendukung penyimpanan sementara secara lokal. Gunakan jaringan yang stabil, hindari berpindah jaringan saat ujian, dan pastikan kuota internet mencukupi sebelum memulai.
Apakah CBT Exam Browser benar-benar mencegah peserta membuka aplikasi lain?
CBT Exam Browser biasanya menyediakan mode terbatas untuk mengurangi kemungkinan peserta mengakses aplikasi, situs web, atau fitur lain selama ujian. Namun, tingkat pengamanannya dapat berbeda berdasarkan perangkat, versi aplikasi, dan konfigurasi server ujian. Aplikasi ini bukan jaminan mutlak terhadap semua bentuk kecurangan. Peserta tetap harus mengikuti aturan, sementara penyelenggara sebaiknya menggunakan pengawasan tambahan dan pengaturan keamanan yang sesuai.
Apa yang harus dilakukan jika aplikasi tidak bisa masuk, keluar sendiri, atau ujian terputus?
Jika mengalami masalah, periksa koneksi internet, tanggal dan waktu perangkat, ruang penyimpanan, serta izin aplikasi yang diperlukan. Tutup aplikasi lain, mulai ulang perangkat, lalu coba masuk kembali sesuai petunjuk penyelenggara. Jangan menghapus aplikasi atau mengulang ujian tanpa izin karena sesi dapat dianggap bermasalah. Jika kendala tetap terjadi, segera hubungi pengawas atau administrator dengan menyertakan nama peserta, waktu kejadian, dan tangkapan layar bila diperbolehkan.
CBT Exam Browser
Situs ini menyediakan informasi independen tentang aplikasi pihak ketiga dan tidak berafiliasi dengan, atau dimiliki, dikembangkan, maupun didistribusikan oleh, pemilik atau pengembang aplikasi apa pun yang ditampilkan di sini. Nama aplikasi, logo, dan merek dagang adalah milik masing-masing pemiliknya. Detail developer disediakan sebagai referensi; silakan hubungi developer secara langsung melalui mimikridev@gmail.com, kunjungi https://mimikridev.com, atau baca https://mimikridev.com/privacy/cbtexambrowser.html mereka.













